Berjalan di kawasan perumahan seluas 1,9 Hektar “Tanah Teduh”, kita dibawa dalam keasrian lingkungan tanah air Indonesia dengan nuansa kontemporer. Pepohonan yang menjulang tinggi, rumput-rumput yang artistik, dedaunan dan bunga yang menjuntai pada dinding menyatu dengan materi bangunan dan bercita rasa Indonesia.

Bambu, kayu jati sampai genteng tanah liat adalah bahan asli Indonesia yang membuat tanah teduh serasa akrab dengan kita.

Pepohonan tetap dipertahankan walaupun berada di tengah-tengah rumah. Bahkan pohon-pohon tumbuh disebelah BathTub.

9 Arsitek jagoan; Wendy Djuhara, Anthony Liu, Yori Antar, Adi Purnomo, Ahmad Djuhara, Eko Prawoto, Ferry Ridwan, Tan Tik Lam, Zenin Adrian adlaah orang-orang dibalik rancangan gagasan-gagasan Tanah Teduh. Sebagai Project Leader, Andra Martin  dalam rilis yang dibuat menyatakan, “Kami ingin menunjukkan bahwa tidak mahal kok membangun rumah seperti ini. Yang terpenting desain, sinar matahari, dan sirkulasi bagus tanpa harus memakai luxurious material.”

Tanah teduh adalah sebuah statement dari Arsitek Indonesia yang membanggakan.

Author: Handoko Hendroyono
Source: here.